Syariat Meluruskan Filsafat

1 menit baca
Syariat Meluruskan Filsafat
Syariat Meluruskan Filsafat

Pertanyaan

Suatu kali seorang dosen Filsafat mengatakan pada kami bahwa syariat itu meluruskan filsafat? Apakah ini benar?

Jawaban

Syariat Islam adalah yang menghakimi seluruh syariat dan filsafat. Seluruh kebaikan sudah tercakup dalam ajarannya. Siapa yang mencari petunjuk di luar syariat Islam maka Allah akan menyesatkannya. Dan ini adalah perilaku kebanyakan ahli filsafat. Mereka mempunyai pernyataan dan pandangan tentang akidah yang kebanyakan mengandung unsur kekufuran yang sangat jelas.

Siapa yang menelaah karya tulis mereka, maka akan menemukan akidah yang sesat, pemikiran yang rusak dan metode berfikir yang dipaksakan. Kami sarankan kepada anda untuk menelaah tulisan-tulisan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan muridnya Ibnu al Qayyim tentang masalah ini. Alhamdulillah, itu akan memberikan penjelasan yang cukup kepada anda.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa al-Lajnah ad-Daimah

Lainnya

  • Manusia dilahirkan dalam kondisi bertauhid secara murni seperti yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, كل مولود يولد...
  • Jika dia muntah dengan sengaja, maka puasanya batal. Namun jika dia muntah tanpa sengaja, maka puasanya tidak batal. Demikian...
  • Makna penghambaan: Tunduk, rendah diri, dan patuh kepada Allah Ta’ala dengan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Juga...
  • Fatwa yang telah kami keluarkan mengenai tidak sahnya salat bermakmum kepada imam pengikut tarekat Tijaniyah, adalah kebenaran yang sesuai...
  • Tawajud dan menari-nari termasuk amalan-amalan bid’ah kaum sufi. Untuk itu, seorang Muslim tidak boleh bergabung dengan mereka atau melakukan...
  • Hadits ini diriwayatkan oleh selain Bukhari dalam kitab (al-Adabul Mufrad), al-Imam Ahmad dalam Musnad (332/2 dan 366), Nasa’i dalam...

Kirim Pertanyaan