Apakah Jin Masuk Surga?

1 menit baca
Apakah Jin Masuk Surga?
Apakah Jin Masuk Surga?

Pertanyaan

Di dalam AL-Qur’an Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

كل الناس يدخلون الجنة إلا من أبى، فقيل: يا رسول الله ومن يأبى؟ قال: من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني دخل النار

“Semua manusia akan masuk surga kecuali orang yang enggan (menolak)” Ada yang bertanya kepada beliau: “Ya Rasulullah! Siapakah orang yang menolak itu?” Beliau menjawab: “Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia akan masuk neraka.”

Kita tahu bahwa jin dan manusia sama-sama menyembah Allah sementara Allah menjanjikan kepada hamba-Nya masuk surga. Mengapa nama jin tidak disebutkan bersama kita, padahal mereka juga hamba Allah? Oleh karena itu, kami harap penjelasan dan bukti kepada Anda.

Jawaban

Yang benar adalah bahwa jin yang mukmin masuk surga. (Allah) Ta’ala berfirman,

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.” (QS. Ar-Rahman: 46)

Barang siapa yang takut saat menghadap kepada Tuhannya dengan cara beriman dan melakukan perbuatan baik, maka ia beriman sedangkan Allah telah menjanjikan orang mukmin untuk masuk surga. (Allah) Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُـزُلا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal.” (QS. Al-Kahfi: 107)

Firman Allah Ta`ala berikut,

يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

“Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan melepaskanmu dari azab yang pedih.” (QS. Al-Ahqaf: 31)

Secara jelas menyatakan bahwa orang yang menerima ajakan dan beriman kepada Allah akan dibalas dengan ampunan dosa dan dijauhkan siksa, dan hal ini secara otomatis masuk surga karena yang ada di akhirat hanyalah surga atau neraka. Barangsiapa dijauhkan dari neraka, maka ia masuk surga.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 13958

Lainnya

  • Jika realitasnya seperti yang Anda sebutkan dalam pertanyaan, maka tidak apa-apa menggunakan suntikan yang ditanyakan. Anda tidak wajib meng-qadha...
  • Jika memang kenyataannya seperti yang disebutkan, maka Anda berdua boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan selama masih dalam kondisi...
  • Boleh berpuasa pada hari Arafah dengan niat qadha, dan itu dianggap sah. Akan tetapi, keutamaan melaksanakan puasa sunah Arafah...
  • Yang dimaksud dengan naungan di dalam hadits adalah naungan arsy Allah yang maha penyayang tabaraka wa ta’ala, sebagaimana dalam...
  • Mencerahkan bagian atas dan bawah kedua alis dengan cara yang diceritakan hukumnya tidak boleh karena termasuk tindakan mengubah makhluk...
  • Kamar-kamar yang ada di dalam masjid dan pintu-pintu ada di dalam masjid, maka dihukumi seperti masjid. Adapun jika terletak...

Kirim Pertanyaan