Larangan Membuka Pakaian Bagi Wanita Di Luar Rumah Suaminya

1 menit baca
Larangan Membuka Pakaian Bagi Wanita Di Luar Rumah Suaminya
Larangan Membuka Pakaian Bagi Wanita Di Luar Rumah Suaminya

Pertanyaan

Ada ketetapan dalam sebuah hadis yang melarang wanita untuk membuka pakaiannya di luar rumah suaminya. Apakah maksud larangan tersebut? Dan apakah wanita diperbolehkan membuka pakaian di rumah keluarga atau kerabatnya sendiri?

Jawaban

Hadis yang dimaksud adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Aisyah radhiyallahu ‘anha , dengan redaksi yang berbunyi

أيما امرأة وضعت ثيابها في غير بيت زوجها فقد هتكت ستر ما بينها وبين الله

“Siapapun wanita yang membuka pakaiannya di selain rumah suaminya, maka dia telah merusak tabir antara dirinya dengan Allah”

Dan diriwayatkan juga oleh Ahmad, ath-Thabrani, al-Hakim dan al-Baihaqi dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anha, dengan redaksi yang berbunyi,

أيما امرأة نزعت ثيابها في غير بيتها خرق الله عز وجل عنها ستره

“Siapapun wanita yang membuka pakaiannya di selain rumahnya sendiri, maka Allah `Azza wa Jalla akan merobek tabir dirinya.”

Maksud Rasulullah dalam hadis tersebut – wallahu a’lam – adalah, melarang wanita agar jangan begitu gampang membuka pakaian di luar rumah suaminya, sehingga auratnya bisa terlihat dan dituduh berbuat maksiat ataupun tuduhan yang lainnya. Adapun membuka pakaian di tempat yang aman, seperti di rumah keluarga atau muhrimnya, dengan tujuan untuk tukar pakaian, beristirahat dan tujuan lainnya yang diperbolehkan, serta tidak menimbulkan fitnah, maka hal itu sama sekali tidak dilarang.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 10896

Lainnya

  • Tidak ada hubungan kekerabatan antara anak-anak wanita tersebut dari suami kedua dengan anak-anak mantan suaminya dari istri pertamanya, baik...
  • Ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar tobat dari perbuatan maksiat diterima oleh Allah: 1. Mengakui dosa. 2. Menyesali...
  • Setelah melakukan pengkajian (terhadap permasalahan yang diajukan) maka Komite menjawab sebagai berikut: Pertama: berdasarkan penelitian, penamaan masjid-masjid dilakukan dalam...
  • Jarak yang disebutkan bukan jarak bepergian jauh yang mesti ditemani oleh mahram, tetapi Anda tidak boleh naik kendaraan sendirian...
  • Anda wajib bertaubat dan beristighfar, sesungguhnya Allah Jalla wa ‘Ala mengampuni semua dosa, (Allah) Ta’ala berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ...
  • Anda harus kembali ke Makkah untuk melaksanakan sai haji, karena seseorang yang melaksanakan haji tamatuk harus melaksanakan dua sai:...

Kirim Pertanyaan