Ucapan “Generasi Khalaf Lebih Bijak Dan Generasi Salaf Lebih Berilmu”

3 menit baca
Ucapan “Generasi Khalaf Lebih Bijak Dan Generasi Salaf Lebih Berilmu”
Ucapan “Generasi Khalaf Lebih Bijak Dan Generasi Salaf Lebih Berilmu”

Pertanyaan

Suatu saat dalam sebuah perkuliahan Syariah Islamiyah, profesor kami mengatakan: “Khalaf (generasi setelah tiga abad pertama) lebih bijak dan salaf (generasi pada tiga abad pertama) lebih berilmu.” Apakah perkataan ini benar? Lalu apa arti lebih berilmu dan lebih bijak?

Jawaban

Ini adalah perkataan batil yang bertujuan merendahkan generasi salaf umat ini dengan menyebut mereka kurang ilmu dan hikmah (kebijakan) tetapi memuliakan ulama ilmu kalam dan menyebutnya berilmu berhikmah. Yang pertama kali mengucapkan hal itu adalah para ulama ilmu kalam. Akibatnya, generasi pada abad-abad yang kurang mulia tampak lebih berilmu dan lebih utama dari generasi pada abad-abad yang mulia.

Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah, berkata sebagaimana yang diketahui secara aksioma oleh orang yang mencermati kitab (Al-Qur’an), sunnah, dan apa yang telah disepakati oleh Ahlussunah wal Jamaah dari segala kelompoknya bahwa generasi yang terbaik dari umat ini dalam perbuatan, ucapan, akidah dan semua bentuk keutamaan lainnya adalah generasi abad pertama, kemudian generasi setelah mereka, kemudian generasi selanjutnya, sebagaimana diriwayatkan oleh lebih dari satu riwayat dari Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam.

Mereka (salaf) lebih utama daripada khalaf dalam segala bentuk keutamaan seperti ilmu, perbuatan, iman, akal, agama, pernyataan, dan ibadah. Mereka juga lebih utama untuk memberikan penjelasan tentang semua masalah. Hal tersebut tidak akan dibantah kecuali oleh orang yang mengingkari perkara-perkara dalam agama Islam yang diketahui secara aksioma dan disesatkan Allah berdasarkan ilmu-Nya.

Seperti kata Abdullah bin Mas`ud Radhiyallahu `Anhu Barangsiapa yang ingin mengambil teladan, maka hendaklah ia mengambil teladan dari orang yang telah meninggal karena orang yang masih hidup belum aman dari fitnah. Mereka (yang harus diteladani) adalah para sahabat Nabi Muhammad, umat yang berhati paling baik, berilmu paling dalam, dan paling jarang memaksakan diri.

Merekalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk mendampingi Nabi dan menegakkan agama-Nya. Oleh karena itu, ketahuilah hak-hak mereka dan berpeganglah dengan petunjuk mereka karena sesungguhnya mereka berada dalam petunjuk yang lurus Ulama lain mengatakan kalian harus berpegang pada ajaran salaf karena mereka membawa sesuatu yang mencukupi dan menyembuhkan, dan tidak ada kebaikan tersembunyi setelah mereka yang tidak mereka ketahui.
Demikianlah, dan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

لا يأتي زمان إلا والذي بعده شر منه،حتى تلقوا ربكم

“Tiada datang suatu zaman kecuali yang datang setelahnya itu lebih buruk dari sebelumnya, hingga kalian menghadap Tuhan kalian.”

Bagaimana mungkin kita akan mengalami zaman yang penuh kebaikan berupa ilmu pengetahuan yang paling agung, yaitu ilmu mengenal Allah Ta`ala? Hal itu tidak mungkin terjadi.

Betapa indah apa yang dikatakan oleh Syafi`i semoga Allah mengasihinya dalam kitab ar-Risalah mereka lebih baik dari kita dalam ilmu, akal, agama, keutamaan, dan mereka adalah sebab/perantara dalam penerimaan ilmu dan hidayah. Pendapat mereka bagi kita lebih baik daripada pendapat kita untuk diri kita sendiri. (fatwa 4/ 157 158)

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 17464

Lainnya

Kirim Pertanyaan