Cara Yang Sesuai Dengan Ajaran Agama Untuk Menghilangkan Kesedihan Ketika Seseorang Ditimpa Musibah Karena Kematian Orang Yang Dicintai

1 menit baca
Cara Yang Sesuai Dengan Ajaran Agama Untuk Menghilangkan Kesedihan Ketika Seseorang Ditimpa Musibah Karena Kematian Orang Yang Dicintai
Cara Yang Sesuai Dengan Ajaran Agama Untuk Menghilangkan Kesedihan Ketika Seseorang Ditimpa Musibah Karena Kematian Orang Yang Dicintai

Pertanyaan

Apa cara yang sesuai dengan ajaran agama untuk menghilangkan kesedihan ketika seseorang ditimpa musibah kematian orang yang dicintai?

Jawaban

Caranya adalah apa yang disebutkan dalam al-Quran al-Karim: (Allah) Ta’ala berfirman:

وبَشِّر الصَّابِرُونَ (155) أي من حلت بهم بلاءهم: إنَّنا لله وإنا إليه راجعون. (156) وهم الذين ينالون البركات الكاملة والرحمة من ربهم ، وهم المهتدون

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kami hanya kepada-Nyalah akan kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al Baqarah: 155-157)

Dan apa yang disebutkan oleh Nabi shallallahu `alaihi wa sallam pada sabdanya,

ما من خادم يصاب بغباء فيقول” إنناء لله وإننا إليه راجي. “اللهم أجرني في مشيباتي وخلوف لي خيران منها” (إنا لله وإنا إليه راجعون).
اللهم اجزيني على المصيبة التي حلت بي واستبدلها لي بأحسنها) ولكن الله تعالى يجازيه على مصيبته ويستبدلها بخير منها

“Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah lalu berkata, “innaa li-llaahi wa innaa ilaihi raaji`uun. Allaahuma ajirnii fii mushiibatii wa-khluf lii khairan minhaa” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali. Ya Allah berilah aku pahala pada musibah yang menimpaku dan gantilah untukku yang terbaik daripadanya), melainkan Allah Ta`ala akan memberinya pahala pada musibahnya dan mengganti yang lebih baik daripadanya”.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 17883

Lainnya

Kirim Pertanyaan