Hukum Perempuan Haid Masuk Masjid

2 menit baca
Hukum Perempuan Haid Masuk Masjid
Hukum Perempuan Haid Masuk Masjid

Pertanyaan

Apa hukum syariat tentang perempuan yang masuk masjid sedangkan dia dalam keadaan haid, dengan tujuan hanya sekedar untuk mendengarkan khotbah?

Jawaban

Tidak boleh bagi seorang perempuan masuk masjid sedangkan dia dalam keadaan haid atau nifas. Dasar hukumnya adalah hadits Aisyah radhiyallahu `anha, dia berkata,

جاء رسول الله صلى الله عليه وسلم ووجوه بيوت أصحابه شارعة في المسجد، فقال: وجهوا هذه البيوت عن المسجد، ثم دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم ولم يصنع القوم شيئا؛ رجاء أن ينزل فيهم رخصة، فخرج إليهم فقال: وجهوا هذه البيوت عن المسجد، فإني لا أحل المسجد لحائض ولا جنب

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam datang, sementara pintu-pintu rumah sahabat beliau terbuka dan bersambungan dengan masjid. Maka beliau bersabda, “”Arahkanlah pintu-pintu rumah kalian ke selain arah masjid!” Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam masuk ke masjid, dan para sahabat belum melakukan apa-apa dengan harapan ada wahyu turun yang memberi keringanan kepada mereka. Maka beliau keluar menemui mereka seraya bersabda,”Arahkanlah pintu-pintu rumah kalian ke selain arah masjid, karena sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid ini untuk perempuan haid dan orang yang berjunub” (HR. Abu Dawud)

Dan diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu `anha, dia berkata,

دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم صرحة هذا المسجد فنادى بأعلى صوته: إن المسجد لا يحل لحائض ولا لجنب

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam masuk ke pintu gerbang masjid lalu menyeru dengan suara yang lantang, “Sesungguhnya masjid ini tidak halal untuk perempuan haid dan orang yang junub” (HR. Ibnu Majah)

Kedua hadits ini mengisyaratkan haramnya orang yang junub dan haid untuk menetap di dalam masjid. Adapun sekedar lewat, tidak mengapa, sekiranya ada keperluan penting, dan aman dari menajiskan masjid berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَلاَ جُنُبًا إِلا عَابِرِي سَبِيلٍ

“jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja” (QS. An-Nisa’ : 43)

Dan perempuan haid termasuk ke dalam makna junub, karena Rasulullah menyuruh Aisyah mengambilkan keperluannya di dalam masjid sedangkan dia haid.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor (5167)

Lainnya

  • Masjid menurut bahasa adalah tempat sujud, sedangkan menurut istilah ialah semua tempat yang dipersiapkan bagi kaum muslimin untuk melaksanakan...
  • Wanita muslimah boleh shalat di masjid. Jika dia meminta izin, maka suaminya tidak boleh melarangnya, dengan catatan dia menutup...
  • Tindakan Anda itu dianggap sedekah dan kebajikan, baik masjid itu memiliki lahan pertanian maupun tidak. Namun, sedekah Anda itu...
  • 1. Tidak ada masalah jika Anda melakukan shalat Jumat dengan melakukan shalat Zuhur di tempat kerja pada pada waktu...
  • Tidak terdapat dalil tentang membacanya di antara dua khutbah Jumat, tidak dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam dan tidak...
  • Tidak apa-apa posisi imam lebih tinggi sedikit dari makmum apabila diperlukan. Karena Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam naik ke...

Kirim Pertanyaan