Duduk Tawarruk Antara Wajib Atau Sunnah

2 menit baca
Duduk Tawarruk Antara Wajib Atau Sunnah
Duduk Tawarruk Antara Wajib Atau Sunnah

Pertanyaan

Apakah duduk tawarruk termasuk wajib atau sunnah? Dalam semua salat atau selain salat tsunaiyah (yang terdiri dari dua rakaat)?

Jawaban

Ada beberapa dalil yang menyebutkan tentang sifat duduk ketika tasyahud awal dan duduk di antara dua sujud serta duduk tawarruk. Di antaranya hadits Wa’il bin Hujr bahwasanya

رأى النبي صلى الله عليه وسلم يصلي فسجد ثم قعد فافترش رجله اليسرى

“Ia melihat Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam shalat kemudian bersujud. Setelah itu duduk lantas membaringkan kakinya yang kiri” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan an-Nasa’i)

Dalam riwayat Sa`id bin Manshur dengan lafadz

صليت خلف رسول الله صلى الله عليه وسلم فلما قعد وتشهد فرش قدمه اليسرى على الأرض فجلس عليها

“Aku shalat di belakang Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Ketika beliau duduk dan bertasyahud, beliau membaringkan kaki kirinya ke tanah dan duduk di atasnya”

Juga hadits Rifa`ah bin Rafi` bahwasanya Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam berkata kepada seorang arab baduwi

إذا سجدت فمكن لسجودك فإذا جلست فاجلس على رجلك اليسرى

“Apabila kamu bersujud, maka kokohkan sujudmu. Jika kamu duduk, maka duduklah di atas kakimu yang sebelah kiri.” (HR. Ahmad)

Begitu juga hadits Abu Humaid sebagai berikut

فإذا جلس في الركعتين جلس على رجله اليسرى ونصب اليمنى فإذا جلس في الركعة الأخيرة قدم رجله اليسرى ونصب الأخرى وقعد على مقعدته

“Kemudian apabila duduk pada rakaat kedua, beliau duduk di atas kaki kiri dan mendirikan telapak kaki kanannya. Apabila duduk pada rakaat terakhir, beliau memajukan kaki kirinya ke depan dan mendirikan telapak kaki yang lain (kanan) dan duduk di tempat duduknya” (HR. Bukhari)

Dengan demikian telah jelas bagi penanya bahwa duduk tawarruk ketika tasyahud akhir adalah sunnah dalam shalat ruba`iyah dan tsulatsiyah (yang terdiri dari empat dan tiga rakaat), berdasarkan hadits Abu Humaid di atas. Wallahu A`lam.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 7632

Lainnya

Kirim Pertanyaan