Bacaan Shalat Dengan Selain Bahasa Arab

2 menit baca
Bacaan Shalat Dengan Selain Bahasa Arab
Bacaan Shalat Dengan Selain Bahasa Arab

Pertanyaan

Apakah boleh salat dengan selain bahasa Arab?

Jawaban

Tidak boleh shalat dengan selain bahasa Arab jika seseorang mampu berbahasa Arab. Seorang muslim harus mempelajari bahasa Arab yang mau tidak mau harus diketahui karena menjadi bagian dari agama ini, seperti mempelajari surat al-Fatihah, tasyahud, tasmi’ (sami’allhu liman hamidahu), tahmid, tasbih ketika rukuk dan sujud, doa antara dua sujud, serta salam.

Jika ada orang yang tidak mampu berbahasa Arab, maka dia boleh membaca bacaan shalat selain al-Fatihah dengan bahasanya. Hal ini karena al-Fatihah tidak sah dibaca dengan selain bahasa Arab, begitu juga ayat-ayat Al-Quran lainnya. Sebagai gantinya dia boleh membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Hal ini berdasarkan riwayat Abdullah bin Abi Aufa ra. yang berkata,

جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: إني لا أستطيع أن آخذ من القرآن شيئًا، فعلمني ما يجزئني منه فقال: قل: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله، والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

“Ada seorang lelaki datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lantas dia berkata, ‘Sungguh aku tidak mampu membaca ayat Al-Quran sedikit pun. Oleh sebab itu, ajarilah aku sesuatu yang cukup aku gunakan untuk beribadah!’ Beliau menjawab, ‘Ucapkanlah: Subhaana-llah wal Hamdulillah wa-laa Ilaaha Illa-llahu Wa-llahu Akbar. Wa-laa Haula Wa-laa Quwwata Illa Bi-llahi al-‘Aliyyi al Adziim (Mahasuci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi lagi Mahaagung)”

(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan an-Nasa’i). Hadits ini dianggap shahih oleh Ibnu Hibban, ad-Daruquthni, dan Hakim. Hal ini juga sesuai dengan firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.”

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

إذا أمرتكم بأمر فأتوا منه ما استطعتم

“Bila aku perintahkan kamu suatu perkara maka laksanakanlah semampumu”

Sampai dia mempelajari bahasa Arab dan sebaiknya dia segera melakukannya.

Wabillahittawfiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 4211

Lainnya

  • Apabila Anda memang memiliki kecakapan dalam mengumandangkan adzan, maka taatilah perintah ayah Anda dan bertindaklah sebagai penggantinya. Namun, Anda...
  • Makmum yang masbuq sebaiknya bersujud bersama imam apabila ia bersujud sahwi sebelum salam. Namun apabila imam bersujud setelah salam,...
  • Yang dimaksud dengan bubar sebagaimana yang disebutkan ialah keluar dari shalat dengan (mendahului) imam mengucapkan salam. Oleh karena itu...
  • Menurut hukum Islam, melaksanakan shalat Jumat dua kali di masjid yang sama adalah tidak boleh. Sebab, kami tidak mengetahui...
  • Ayat إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ...
  • Diperbolehkan bagi seorang wanita menjadi imam shalat bagi sekumpulan wanita. Posisi berdirinya di tengah-tengah mereka. Jika makmumnya satu orang...

Kirim Pertanyaan