Berpuasa Untuk Membayar Kafarat Kemudian Sakit Di Tengah Berpuasa

1 menit baca
Berpuasa Untuk Membayar Kafarat Kemudian Sakit Di Tengah Berpuasa
Berpuasa Untuk Membayar Kafarat Kemudian Sakit Di Tengah Berpuasa

Pertanyaan

Seseorang harus membayar kafarat puasa Ramadan, lalu ia memulai membayar kafaratnya, tiba-tiba ia menderita sakit yang parah dan harus mendapat perawatan. Apakah dia harus memulai berpuasa dari awal lagi setelah sembuh atau melanjutkan puasanya sesuai waktu dia berhenti?

Jawaban

Barangsiapa yang berpuasa untuk membayar kafarat jimak di bulan Ramadan, kemudian dia berbuka di tengah-tengah berpuasa karena sakit, maka hendaklah dia menyempurnakannya langsung setelah sembuh dari sakit. Puasa sebelumnya yang berturut-turut tersebut tidak terputus karena dia berbuka disebabkan sakit, karena saat itu dia memiliki uzur.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 14160

Lainnya

  • Tidak ada kewajiban meng-qadha puasa sunah meskipun ditinggalkan dengan sengaja. Akan tetapi, seorang Muslim sebaiknya senantiasa istiqamah terhadap amal...
  • Setelah Komite mempelajari pertanyaan Anda, kami sampaikan bahwa tidak mengapa memberikan ucapan selamat atas datangnya bulan Ramadhan. Rasulullah dan...
  • Jika dia muntah dengan sengaja, maka puasanya batal. Namun jika dia muntah tanpa sengaja, maka puasanya tidak batal. Demikian...
  • Di dalam syariat Islam, ada hal-hal yang diperintahkan Allah seperti shalat lima waktu, puasa Ramadhan, dan lain-lain. Ada pula...
  • Dia wajib meng-qadha, karena dia telah memutuskan sudah masuk bulan Ramadhan, sedangkan dia berpuasa pada hari syak. Puasa pada...
  • Hadis tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Beliau mengatakan dalam kitab Zawa’id bahwa sanadnya sahih. Doa dilakukan sebelum berbuka dan...

Kirim Pertanyaan