Dakwah Yang Sukses

3 menit baca
Dakwah Yang Sukses
Dakwah Yang Sukses

Pertanyaan

Bagaimana dakwah yang sukses itu, apa dalilnya, dan syarat apa saja yang mesti dipenuhi seorang dai di jalan Allah? Tolong sebutkan juga beberapa buku yang membahas hal ini.

Jawaban

Pertama, dakwah yang sukses adalah dakwah yang dilakukan di jalan Allah dengan berlandaskan ilmu dan pengetahuan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا

” Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh” (QS. Fush shilat : 33)

Dan Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي

” Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.”” (QS. Yusuf : 108)

Kedua, dakwah yang sukses ini dapat diambil dari Alquran, Sunah Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam, dan perbuatan para sahabat, tabiin, dan pengikut para tabiin dengan cara yang sebenarnya.

Ketiga, di antara syarat seorang dai adalah apa yang disebutkan dalam kisah Nabi Syu`aib. Allah Ta’ala berfirman mengenai kisah Nabi Syu`aib ‘Alaihi as-Salam

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ إِنْ أُرِيدُ إِلا الإِصْلاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

“Syu’aib berkata, “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya rejeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufiq bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Huud : 88)

Di ayat ini terdapat penjelasan bahwa di antara syarat berdakwah adalah ilmu dan usaha yang halal, melaksanakan apa yang ia dakwahkan, menjauhi apa yang dilarang Allah, melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya, niat yang lurus, menyerahkan semua urusan kepada Allah, dan bertawakal kepada-Nya sebab Dia-lah Dzat yang memberi taufik dan ilham.

Di antara syarat berdakwah adalah apa yang disebutkan Allah dalam firmanNya

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl : 125)

Di antaranya memiliki sifat sabar, Allah Ta’ala berfirman

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلا بِاللَّهِ

“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah” (QS. An-Nahl : 127)

Allah Ta’ala berfirman,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلاَ تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلاَ تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi : 28)

Keempat, kitab-kitab yang membahas hal ini adalah kitab suci Alquran. Oleh karena itu, Anda harus menghafalnya, banyak membaca dan merenungkan maknanya, mengamalkannya, dan mendakwahkannya.

Sumber lainnya adalah Sunah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena sunah menafsirkan dan menjelaskan makna kandungan Alquran. Di antara kitab sunah adalah: dua kitab hadits sahih yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Muwatha’ Malik, Musnad Imam Ahmad, Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah. Selain itu, yang bisa jadi sember adalah kitab-kitab karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, muridnya Ibnu al-Qayyim, dan kitab-kitab karya imam dakwah Syekh Muhammad bin Abdul Wahab dan para pengikutnya.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam,

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 5226

Lainnya

Kirim Pertanyaan