Seorang Muslim Ketika Berpuasa Meneguhkan Kemampuannya Mengatasi Kebutuhan Dan Hawa Nafsunya

1 menit baca
Seorang Muslim Ketika Berpuasa Meneguhkan Kemampuannya Mengatasi Kebutuhan Dan Hawa Nafsunya
Seorang Muslim Ketika Berpuasa Meneguhkan Kemampuannya Mengatasi Kebutuhan Dan Hawa Nafsunya

Pertanyaan

Apakah ketika seorang Muslim berpuasa itu dapat meneguhkan kemampuannya dalam mengendalikan kebutuhan dan hawa nafsunya? Bagaimanakah hal itu bisa terjadi? Dan bagaimanakah seorang Muslim dapat memandang hakikat dunia?

Jawaban

Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan puasa bulan Ramadhan untuk kemaslahatan para hamba-Nya, untuk membina jiwa mereka, dan untuk membawa mereka kepada kesempurnaan manusiawi. Puasa mencegah diri untuk melakukan hal-hal yang membatalkannya seperti makan, minum, dan lain-lain.

Dengan cara demikian jiwa akan terlatih untuk melawan hawa nafsunya dan akan dapat membantunya untuk mengalahkan syahwat yang terlarang, serta juga membina jiwanya untuk berakhlak mulia.

Tatkala pengetahuan seorang hamba terhadap agamanya dan dengan apa yang disediakan oleh Allah untuk para hamba-Nya di akhirat begitu kuat serta dia berpegang teguh dengan agamanya, niscaya dia akan mengetahui kehinaan dunia dan kedudukannya di sisi Allah, bahwa dunia di sisi Allah timbangannya tidak dapat melebihi berat sayap seekor nyamuk, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Hanya saja dunia dianggap besar nilainya oleh orang yang memakmurkannya dengan ketaatan kepada Allah dan menjadikannya sebagai jalan menuju akhirat.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 9395

Lainnya

Kirim Pertanyaan