Saudaranya Berlaku Buruk Kepadanya Bagaimana Menghadapinya?

2 menit baca
Saudaranya Berlaku Buruk Kepadanya Bagaimana Menghadapinya?
Saudaranya Berlaku Buruk Kepadanya Bagaimana Menghadapinya?

Pertanyaan

Saya memiliki seorang saudara seibu dan seayah yang lebih besar dariku akan tetapi ia sangat membenciku. Bolehkah saya menjauh darinya atau tidak?

Jawaban

Balaslah keburukannya dengan kebaikan, bisa jadi Allah akan menghilangkan kebenciannya darimu dan menggantinya dengan cinta, Allah Ta’ala berfirman,

وَلاَ تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلاَ السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fushshilat: 34)

Dan telah disebutkan dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu,

أن رجلاً قال: يا رسول الله لي قرابة أصلهم ويقطعوني وأحسن إليهم ويسيئون إلي وأحلم عنهم ويجهلون علي. فقال: لئن كنت كما قلت فكأنما تسفهم المل، ولا يزال معك من الله ظهر عليهم ما دمت على ذلك

“Bahwasanya seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, saya mempunyai kerabat dan saya menyambung silaturahim dengan mereka namun mereka memutuskannya, saya berbuat baik kepada mereka, namun mereka bersikap buruk kepada saya, saya bersabar terhadap mereka, namun mereka terus menyakiti saya”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau benar-benar seperti yang engkau katakan, maka engkau seakan-akan menaburkan abu panas di wajah mereka. Dan dukungan Allah akan senantiasa bersamamu selama engkau dalam kondisi itu.”

Diriwayatkan oleh Muslim. Dalam sebuah hadis, Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

ليس الواصل بالمكافئ، إنما الواصل من إذا قطعت رحمه وصلها

“Orang yang menyambung tali silaturahim bukanlah yang membalas silaturahim orang lain, akan tetapi orang yang menyambungnya adalah jika orang lain memutus silaturahim dengannya maka dia menyambungnya.”

Diriwayatkan oleh al-Bukhari. Dalam sebuah hadis, Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

لا يدخل الجنة قاطع رحم

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahim.” (Diriwayatkan oleh Muslim.)

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 7178

Lainnya

Kirim Pertanyaan