Adab Membaca Al-Quran

2 menit baca
Adab Membaca Al-Quran
Adab Membaca Al-Quran

Pertanyaan

Apa saja adab membaca Al-Quran al-Karim?

Jawaban

Ada beberapa adab dalam membaca Al-Quran, di antaranya:

1. Pembaca Al-Quran harus melakukannya dengan ikhlas karena mengharap ridha Allah, bukan lantaran riya, ingin dipuji, dan mengharapkan imbalan. Sebab, ibadah itu semata mendekatkan diri kepada Allah.

2. Membaca Al-Quran diawali dengan ta`awwudz, berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setelah itu mengucap bismillahirrahmanirrahim jika memulai membaca di permulaan surat, selain Surat at-Taubah.

3. Disunnahkan membacanya dalam keadaan berwudhu. Jika membacanya dari mushaf (memegang mushaf), maka hukum wudhu menjadi wajib, berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam,

لا يمس القرآن إلا طاهر

“Tidak boleh menyentuh Al-Quran kecuali orang yang suci.”

4. Dianjurkan duduk yang baik ketika membaca Al-Quran, memakai pakaian yang baik, menghadap kiblat, dan membacanya di tempat yang mulia dan pantas.

5. Disunnahkan membaca dengan merasa rendah diri, khusyu`, pelan, merenungi, dan menghayati ayat-ayat Al-Quran. Hati dan indranya fokus kepada bacaan Al-Quran. Sebaiknya tidak memotong bacaan Al-Quran untuk berbicara dengan orang lain jika tidak mendesak.

6. Disunnahkan membaca Al-Quran secara tartil dengan suara merdu, disertai kejelasan huruf, harakat, dan memperhatikan hukum tajwid sesuai kemampuan.

7. Jika pembaca Al-Quran mendengar ada orang lain yang sedang mengaji atau salat, maka seyogyanya dia tidak mengganggunya dengan mengeraskan suara atau merusak konsentrasi orang yang salat.

8. Pembaca Al-Quran dilarang melantunkannya terlalu cepat sehingga tidak memahami apa yang dia ucapkan. Tidak diperkenankan pula memelankan dan memanjangkan sehingga kata-katanya menjadi janggal dan keluar dari maksud bacaannya. Sebaiknya membaca dengan kecepatan sedang.

9. Tidak membaca Al-Quran menurut nada lagu, misalnya lagam para pelaku maksiat, atau gaya bacaan khas orang-orang Nasrani (Kristen), atau seperti ratapan rahib. Semua gaya baca ini tidak dibolehkan.

10. Tidak membaca Al-Quran sambil menguap. Sebaiknya baru mulai mengucapkan ayat jika telah selesai menguap, demi mengagungkan Allah. Sebab, membaca Al-Quran itu artinya sedang berbicara dan munajat kepada Allah, sedangkan menguap itu berasal dari setan.

11. Di antara adab membaca Al-Quran adalah berhenti sejenak ketika bacaan masuk pada ayat rahmat, untuk berdoa kepada Allah agar memberikan karunia-Nya. Juga, berhenti ketika masuk pada ayat azab dan ancaman, untuk meminta perlindungan kepada Allah akan hal itu. Dan, berhenti ketika masuk pada ayat tasbih, untuk melafalkan tasbih. Semua itu dilakukan jika sedang membaca Al-Quran di luar salat fardhu.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 18676

Lainnya

Kirim Pertanyaan