Puisi Yang Berjudul “Hiya al-Aqdaar” (Itulah Takdir)

1 menit baca
Puisi Yang Berjudul “Hiya al-Aqdaar” (Itulah Takdir)
Puisi Yang Berjudul “Hiya al-Aqdaar” (Itulah Takdir)

Pertanyaan

Saya mohon Anda berkenan untuk membaca bait-bait syair berikut ini yang berjudul “Hiya al-Aqdaar” (Itulah Takdir), yaitu:

“Itulah Takdir yang menikam siapa saja yang dikehendakinya
dengan tombak masa untuk mengirimkan bencana
Kadang tombak itu mengenai urat leher seseorang
sehingga membunuhnya berlumur darah
Itulah takdir yang kita ketahui bersama
yang digunakan langit untuk menghancurkan bumi
Takdir punya pengaruh tersendiri dalam hati
sehingga seseorang bersimpuh menangis di hadapannya
Itulah takdir yang jika kita terima dengan penuh kerelaan
niscaya dia sirami kita dengan air segar dan kehidupan akan tumbuh
Namun jika dia murka, dia tidak lagi peduli
jika langit menjadi kering dan tandus”

Apa pendapat Anda tentang bait-bait syair di atas dalam pandangan syariah? Apakah boleh mempublikasikannya di salah satu majalah sekolah yang dibagikan kepada anak-anak Sekolah Dasar? Mohon fatwanya. Semoga Anda mendapatkan pahala dari Allah.

Jawaban

Ungkapan yang disebutkan dalam bait-bait syair tersebut tidak diperbolehkan. Sebab, di dalamnya perbuatan Allah disandarkan kepada takdir, sedangkan kewajiban kita adalah menyandarkan semua urusan kepada Allah selaku penentu takdir, disertai dengan sikap rela terhadap keputusan Allah, melakukan introspeksi diri dan bertaubat dari dosa yang menjadi penyebab datangnya hukuman. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan musibah apa pun yang menimpamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy-Syuura: 30)

Wabillahittaufiq, wa shallallahu `ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 20823

Lainnya

Kirim Pertanyaan