Hukum Imam Shalat Yang Berpenyakit Beser

1 menit baca
Hukum Imam Shalat Yang Berpenyakit Beser
Hukum Imam Shalat Yang Berpenyakit Beser

Pertanyaan

Apakah hukumnya orang yang terkena penyakit beser menjadi imam salat?

Jawaban

Orang yang terkena penyakit beser atau semacamnya, shalat secara munfarid sah baginya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.” (QS. At Taghaabun : 16)

Dan

لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا

” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah : 286)

Serta sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

إذا أمرتكم بأمر فأتوا منه ما استطعتم

“Jika aku perintahkan kalian melakukan suatu perkara, maka laksanakanlah semampu kalian.”

Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai sah tidaknya shalat orang-orang sehat yang bermakmum kepada orang berpenyakit beser. Pendapat yang lebih kuat adalah shalat mereka tetap sah. Akan tetapi, lebih diutamakan yang menjadi imam shalat adalah orang selain dirinya yang sehat. Ini sebagai upaya menghindari perbedaan pendapat tersebut.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 4995

Lainnya

  • Jika sudah masuk waktu shalat di atas pesawat atau kapal laut, maka wajib bagi penumpang Muslim untuk mengerjakan shalat...
  • Mengangkat telunjuk saat tasyahud hukumnya sunah. Hikmahnya adalah untuk menunjukkan keesaan Allah. Diperbolehkan menggerakkannya ataupun tidak. Persoalan semacam ini...
  • Salat mereka semua adalah sah, karena mereka melakukan tindakan mereka masing-masing berdasarkan ijtihad. Namun, lebih baik orang-orang yang melanjutkan...
  • Di antara para ulama ada yang berpendapat bahwa sujud tilawah itu adalah shalat. Berdasarkan hal itu, maka disyaratkan bersesuci,...
  • Shalat mempunyai jadwal waktu tertentu sehingga pelaksanaannya tidak boleh ditunda atau dimajukan. Menuntut ilmu bukanlah alasan yang membolehkan penundaan...
  • Jika apa yang Anda sampaikan benar, maka Anda tidak mempunyai kewajiban apa-apa, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, فَاتَّقُوا...

Kirim Pertanyaan