Hukum Shalat Zuhur dan Asar pada Waktu (Musim) yang Berbeda dari Biasanya

Syariat menjelaskan kepada kita waktu-waktu shalat dengan tanda-tanda alam yang berlaku umum di sepanjang waktu dan tempat, secara tepat...
1 menit baca
Hukum Shalat Zuhur dan Asar pada Waktu (Musim) yang Berbeda dari Biasanya
Hukum Shalat Zuhur dan Asar pada Waktu (Musim) yang Berbeda dari Biasanya

Pertanyaan

Bagaimana penetapan waktu salat Zuhur dan Asar. Contoh, di waktu musim dingin bayangan pada pukul dua belas (lima kaki) sesuai waktu Republik Mali. Bagaimana waktu salat Zuhur dan Asar di waktu seperti ini. Sementara itu, di musim panas bayangan berada di bawah kaki. Waktu kami tidak jelas sepanjang tahun. Oleh karena itu, kami mengirim surat kepada Anda, mohon penjelasan bagaimana waktu salat Zuhur dan Asar?

Jawaban

Syariat menjelaskan kepada kita waktu-waktu shalat dengan tanda-tanda alam yang berlaku umum di sepanjang waktu dan tempat, secara tepat dan tidak berbeda.

Syariat menjelaskan kepada kita waktu shalat Zuhur dimulai ketika matahari tergelincir, yakni ketika matahari condong dari tengah langit ke arah barat, dan ketika itu bayangan benda apapun memanjang ke arah timur setelah sebelum tergelincir ke arah barat.

Waktu Zuhur berakhir ketika waktu shalat Asar tiba, baik ukuran bayangan waktu tergelincir panjang sebagaimana di musim dingin atau pendek seperti di musim panas.

Syariat juga menjelaskan kepada kita waktu shalat Asar dimulai ketika bayangan benda sama dengan benda tersebut setelah bayangan yang ada saat matahari tergelincir, baik panjang atau pendek.

Para ulama telah menyebutkan bahwa panjang setiap manusia adalah tujuh kaki dirinya. Oleh karena itu, permulaan waktu Asar adalah jika ukuran bayangan melebihi tujuh kaki Anda setelah matahari tergelincir, di manapun dan kapanpun, baik musim panas atau musim dingin, dan waktu Asar berakhir dengan matahari terbenam.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor (7550) | Link

Lainnya

Kirim Pertanyaan