Apa Kedudukan Ka’bah ? Untuk Apa Ka’bah Dibangun? Siapa Yang Membangunnya?

1 menit baca
Apa Kedudukan Ka’bah ? Untuk Apa Ka’bah Dibangun? Siapa Yang Membangunnya?
Apa Kedudukan Ka’bah ? Untuk Apa Ka’bah Dibangun? Siapa Yang Membangunnya?

Pertanyaan

Apakah kedudukan dan urgensi Ka'bah di mata umat Islam? Untuk apa Ka'bah dibangun? Siapa yang membangunnya? Apakah bentuk Ka'bah sekarang sama dengan bentuk aslinya?

Jawaban

Bangunan Ka’bah merupakan kiblat umat Islam ketika melaksanakan shalat dengan cara menghadap ke arahnya pada waktu shalat. Hal itu merupakan pelaksanaan dari perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu :

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang engkau sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjid al-Haram. Dan di mana saja engkau berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS. Al-Baqarah : 144)

Kakbah juga sebagai tempat umat Islam melaksanakan manasik haji dan umrah dengan berthawaf di sektitarnya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS. Al-Hajj : 29)

Serta mengikuti syari’at Allah yang disampaikan oleh Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Kakbah dibangun oleh Nabi Ibrahim, bersama anaknya, Ismail ‘Alaihimas Salam. Hal ini sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala jelaskan dalam firman-Nya,

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membangun) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 127)

Setelah itu, bangunan Kakbah direnovasi beberapa kali.

Wabillahittaufiq wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin wa Alihi wa Shahbihi wa Sallim.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor (3056)

Lainnya

Kirim Pertanyaan