Jaminan

1 menit baca
Jaminan
Jaminan

Pertanyaan

Kami mendengar sebagian ulama membolehkan seseorang untuk memberi jaminan kepada warga negara India, Pakistan dan warga negara lain yang ingin tinggal di Kuwait atau Arab Saudi dengan membayar sejumlah uang.

Mereka mengutarakan alasan bahwa orang tersebut adalah sopir atau juru masaknya, dan lain sebagainya, padahal sebenarnya tidak. Akan tetapi, dia berbohong kepada pihak yang berwenang. Di antara orang-orang yang diberi jaminan ada yang kafir, ada pula yang muslim.

Sebagian orang mengatakan bahwa Anda termasuk ulama yang mengizinkan hal tersebut. Kami sekedar ingin penegasan dan penjelasan perkara tersebut. Mohon keterangan mengenai hal itu. Jika Anda berkenan, mohon dibuatkan fatwa secara tertulis.

Jawaban

Dengan kondisi seperti itu, maka seseorang tidak boleh mendatangkan tenaga kerja dengan alasan bekerja di rumahnya. Apalagi dia membiarkan mereka bekerja pada orang lain dan mengambil biaya sebesar lima ratus riyal dari setiap orang, sebagai ganti dari pemberian jaminan. Hukum asli keharamannya terdapat pada tindakannya mengambil sejumlah uang dari setiap pekerja tanpa ada imbalan apa-apa.

Ini merupakan taktik untuk memakan harta orang lain dengan cara yang tidak benar. Selain itu, ini juga merupakan perbuatan bohong, meremehkan pemerintah, dan membangkang dari undang-undang negara yang melarang hal tersebut demi kemaslahatan umum. Tindakan ini membuka peluang terjadinya banyak peristiwa buruk di tengah-tengah masyarakat karena munculnya pekerja-pekerja berkarakter buruk dan perusak.

Tidak pernah ada fatwa baik dari saya juga Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa yang membolehkan hal tersebut. Orang yang mengklaim demikian berarti benar-benar telah melakukan kekeliruan atau mungkin kebohongan.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 4505

Lainnya

  • Keikhlasan dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan upahan berarti melaksanakannya dengan sebaik-baiknya sesuai kesepakatan dalam kontrak atau sistem kerjanya. Keikhlasan...
  • Benda-benda yang terbebas dari campuran bahan haram boleh diperdagangkan. Ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ “Allah telah...
  • Tidak boleh mengambil upah atas penggunaan izin usaha seseorang yang memanfaatkannya melalui akad sewa, karena ada peraturan negara yang...
  • Ya, diperbolehkan jual beli hewan dengan cara ditimbang, karena menjualnya dengan melihat saja tanpa ditimbang hukumnya boleh menurut ijmak....
  • Tidak boleh menjual daging babi dan tidak boleh memakan uang hasil penjualannya, karena Allah telah mengharamkan daging babi, sebagaimana...
  • Hal yang wajib dilakukan oleh laki-laki tersebut, atau pekerja haram lainnya, adalah berlepas diri dari harta-harta yang diperoleh melalui...

Kirim Pertanyaan