Mewakilkan Melempar Jumrah Kepada Jemaah Haji Lain

1 menit baca
Mewakilkan Melempar Jumrah Kepada Jemaah Haji Lain
Mewakilkan Melempar Jumrah Kepada Jemaah Haji Lain

Pertanyaan

Tahun ini, 1415 H, saya telah berangkat melaksanakan kewajiban ibadah haji. Ini adalah haji pertama dalam hidup saya. Saya mengerjakan haji Ifrad. Pada hari raya ‘Idul Adha, setelah kami kembali dari Arafah dan mabit di Muzdalifah, saya melempar Jamrah ‘Aqabah lalu saya pergi ke Masjid al-Haram untuk mengerjakan Tawaf Ifadhah.

Setelah mengerjakan Tawaf Ifadhah, saya tetap berada di Mekah dan saya mewakilkan melempar jamarat kepada jemaah haji yang lain. Apakah ada konsekuensi bagi saya atas hal itu? karena saya tidak mengetahui hukum syariat yang berkaitan dengan haji dan urutan melempar jamrah. Saya mewakilkan melempar jamrah kepada jemaah haji yang lain karena saya sedang sakit. Saya berharap Anda berkenan memberikan fatwa dan memberikan penjelasan kepada saya apa yang harus saya lakukan.

Jawaban

Jika realitanya memang seperti yang Anda ceritakan, maka Anda tidak masalah (boleh) mewakilkan melempar jamrah kepada jemaah haji yang lain sebab Anda tidak mampu melakukan hal itu karena sakit.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 17587

Lainnya

  • Anda harus kembali ke Makkah untuk melaksanakan sai haji, karena seseorang yang melaksanakan haji tamatuk harus melaksanakan dua sai:...
  • Pertama: Tawaf yang telah dilakukan adalah tidak benar, karena dilaksanakan pada saat haid dan di antara syarat sahnya tawaf...
  • Macam-macam ihram ada tiga: Pertama, berihram untuk haji ifrad (secara tersendiri); Barangsiapa berhaji ifrad maka ia tidak wajib menyembelih...
  • Orang yang telah haji tapi belum melakukan tawaf ifadah hajinya sah, tetapi haji tersebut memiliki kekurangan dan tidak akan...
  • Jika Anda tidak bermaksud menunaikan umrah pada perjalanan kedua tersebut dan hanya berniat mengantar orang-orang tersebut ke tanah haram...
  • Tahalul dari ihram haji, bagi laki-laki dan perempuan, terjadi setelah melempar jamrah dan mencukur rambut. Laki-laki boleh membabat habis...

Kirim Pertanyaan