Meninggalkan Salah Satu Manasik Haji

1 menit baca
Meninggalkan Salah Satu Manasik Haji
Meninggalkan Salah Satu Manasik Haji

Pertanyaan

Seseorang berniat menunaikan haji lalu dia tunaikan. Tetapi tatkala dia sampai di daerah Mina dia dapati keramaian yang sangat parah dan dia tidak mau melontar karena parahnya keramaian. Lalu dia tunggu hingga hari kedua, namun dia juga tidak bisa melontar. Lantas dia pergi pulang tanpa menyempurnakan hajinya. Apakah dia dikenakan kewajiban? Dia telah meninggal tanpa sempat menunaikan haji lagi. Apa yang wajib dilakukan oleh anaknya?

Jawaban

Apabila perbuatan yang ditinggalkannya seperti melontar jumrah di hari-hari tasyriq dan tawaf wada`, maka dia wajib membayar dua fidyah dengan menyembelihnya di Mekah dan membagikannya kepada para fakir yang ada di Tanah Suci, satu untuk melontar jumrah dan yang kedua untuk tawaf wada`. Nilai dari kedua fidyah tersebut diambil dari harta warisannya. Apabila ada salah satu kerabatnya atau dermawan yang mau menyumbang, hukumnya sah, insya Allah.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 21600 | Link

Lainnya

Kirim Pertanyaan