Seseorang Mengajukan Pinjaman Ke Dana Perumahan Dan Selesai Membangun Sebelum Nama Keluar Apakah Diperbolehkan Mengambil Pinjaman Tersebut?

1 menit baca
Seseorang Mengajukan Pinjaman Ke Dana Perumahan Dan Selesai Membangun Sebelum Nama Keluar Apakah Diperbolehkan Mengambil Pinjaman Tersebut?
Seseorang Mengajukan Pinjaman Ke Dana Perumahan Dan Selesai Membangun Sebelum Nama Keluar Apakah Diperbolehkan Mengambil Pinjaman Tersebut?

Pertanyaan

Pada tahun 1409 H, saya mengajukan permohonan pinjaman ke Dana Perumahan untuk membangun sebuah rumah. Karena nama saya lambat turunnya, maka saya pun meminta Dana Perumahan untuk memulai pembangunan rumah pribadi saya dan mereka pun setuju. Alhamdulillah akhirnya saya merampungkan pembangunan rumah tersebut.

Setelah satu tahun berlalu dari masa penyelesaian dan mendiami rumah, nama saya di Dana Pembangunan Perumahan keluar dan mereka mengirimkan kepada saya surat persetujuannya.

Mereka juga meminta saya datang untuk menandatangani kontrak dan menerima pembayaran tahap pertamanya. Saat itu saya sampaikan kepada mereka bahwa alhamdulillah saya sudah merampungkan pembangunan rumah. Mereka menjawab bahwa peraturan membolehkan hal demikian.

Pertanyaan saya, wahai Syaikh yang mulia: Apakah saya boleh mengambil pinjaman ini lalu mengembalikannya ke Dana Perumahan untuk menikmati pembebasan pinjaman sebesar SR 90.000 bagi yang bisa melunasinya dalam satu tahap pembayaran?

Saya berharap anda bersedia memberikan fatwa mengenai hal ini, karena masalah ini menimpa sebagian orang yang mengajukan pinjaman ke Dana Perumahan.

Jawaban

Jika realita yang ada sesuai dengan keterangan yang anda sebutkan, maka anda boleh mengambil pinjaman tersebut karena hal ini berdasarkan peraturan negara merupakan hak anda, sekalipun anda sudah selesai membangun rumah, terlebih jika pihak bank mengetahui dan menyetujui tindakan anda membangun rumah tersebut.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 21001 | Link

Lainnya

  • Doa yang bernama “Doa ‘Arsy dan Keutaman Doa ‘Arsy” adalah doa bidah yang tidak mempunyai dasar dan dalil dari...
  • Penguasa sah memiliki hak didengarkan dan ditaati ketika memerintahkan suatu kebaikan, baik dalam kesenangan, kesulitan, suka atau tidak suka...
  • Sydney, Abu Dhabi dan Bahrain bukan termasuk miqat untuk haji dan umrah. Begitu juga Jeddah bukanlah miqat bagi Anda,...
  • Ayat suci terkait masalah ini secara umum melarang pedagang dan pembeli melakukan aktivitas jual beli, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا...
  • Anda harus beristinja (cebok) dan berwudhu ketika akan melaksanakan shalat setelah masuk waktunya lalu melaksanakannya langsung. Jika ada sesuatu...
  • Apabila meminta izin kepada para pemilik dana yang sedianya digunakan membangun masjid tersebut bisa dilakukan agar (uang mereka) dialihkan...

Kirim Pertanyaan