Memulai Permulaan Surat Dengan Salam

1 menit baca
Memulai Permulaan Surat Dengan Salam
Memulai Permulaan Surat Dengan Salam

Pertanyaan

Apakah ada hadits sahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang menulis surat dimulai dengan salam?

Jawaban

Benar, terdapat hadits sahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menjelaskan tentang memulai salam ketika menulis surat. Di antaranya surat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada Heraklius yang terdapat di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dan selain keduanya. Bunyi perkataan beliau pada surat itu adalah,

بسم الله الرحمن الرحيم، من محمد عبد الله ورسوله إلى هرقل عظيم الروم، السلام على من اتبع الهدى أما بعد: فإني أدعوك بدعاية الإسلام

“Bismillahirrahmanirrahim, dari Muhammad Hamba Allah dan Rasul-Nya kepada Heraklius Pembesar Roma. Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du: Sesungguhnya aku mengajakmu untuk masuk Islam.” Hadits.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 19898

Lainnya

  • Yang wajib dilakukan adalah memendekkan seluruh bagian kepala, atau menggundulinya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa...
  • Dakwah kepada Allah terkadang harus dilakukan secara rahasia, terkadang terang-terangan, tergantung dengan kondisi dan kemampuan yang dimiliki, sebagaimana dakwah...
  • Boleh asalkan bahan tersebut tidak mengandung material najis dan haram. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa...
  • Benar, mempercepat langkah saat membawa mayit hingga melebihi kecepatan berjalan normal adalah sunah, tetapi tidak sampai berlari-lari kecil. Hal...
  • Tidak apa-apa memperjualbelikan saham perusahaan-perusahaan yang tidak bergelut dalam transaksi riba dan merupakan perusahaan kepemilikan aset seperti perusahaan-perusahaan arsitektur,...
  • Kisah ini tidak sahih, sanadnya terputus, mayoritas perawinya tidak diketahui (majhul), dan yang menjadikannya sebagai hadis marfu` adalah Musa...

Kirim Pertanyaan