Memberi Fatwa Kepada Masyarakat Dengan Selain Pendapat Jumhur Ulama

1 menit baca
Memberi Fatwa Kepada Masyarakat Dengan Selain Pendapat Jumhur Ulama
Memberi Fatwa Kepada Masyarakat Dengan Selain Pendapat Jumhur Ulama

Pertanyaan

Salah seorang pembimbing dalam misi haji menyampaikan ceramah agama. Dalam ceramahnya tersebut, dia menyebutkan bahwasanya seorang yang taklid tidak boleh memberikan fatwa kepada masyarakat dengan selain pendapat jumhur ulama, dan bahwasanya yang boleh memberi fatwa dengan selain pendapat jumhur hanyalah seorang mujtahid seperti Ibnu Baz rahimahullah.

Beberapa pelajar yang ada bersama kami biasanya jika ditanya tentang suatu perbuatan sebelum perbuatan itu terjadi, maka dia menyampaikan fatwa tentangnya berdasarkan pendapat jumhur ulama. Namun jika perbuatan itu telah terjadi dan ditanyakan setelah terjadi, maka dia menyampaikan fatwa tentangnya berdasarkan pendapat salah seorang imam, bukan berdasarkan pendapat jumhur.

Pertanyaannya: Apakah pendapat pembimbing misi haji tersebut benar bahwa tidak boleh memberikan fatwa kecuali berdasarkan pendapat jumhur, baik sebelum dan setelah perbuatan yang ditanyakan terjadi, sekalipun pengulangan memberitahukan pendapat jumhur ulama tersebut memberatkan diri orang yang meminta fatwa? Kami memohon fatwa mengenai hal ini. Semoga Allah memberi pahala kepada Anda.

Jawaban

Seorang mufti menyampaikan fatwa berdasarkan pendapat yang paling kuat dalilnya, jika dia berkompeten dalam masalah yang ditanyakan. Namun jika dia tidak berkompeten, maka dia harus melimpahkan pertanyaan tersebut kepada ulama lain.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 21294

Lainnya

  • Masing-masing dari keduanya telah melakukan kesalahan dan masing-masing harus meminta maaf kepada temannya karena kezalimannya. Jika keduanya tidak saling...
  • Seorang perempuan tidak boleh berkabung atas kematian seseorang yang bukan suaminya lebih dari tiga hari. Ia juga tidak boleh...
  • Apabila apa yang disebutkan bahwa anak tersebut berbuat durhaka kepada ayahnya dan mendiamkannya semasa dia masih hidup benar-benar terjadi,...
  • Pertama, Anda diharamkan melakukan onani. Kedua, Cairan yang keluar setelah buang hajat disebut wadi bukan mani. Keluarnya wadi tidak...
  • Berurutan dalam berwudhu adalah wajib, yaitu mulai dengan membasuh wajah, lalu membasuh kedua tangan hingga kedua siku, lalu mengusap...
  • Anda telah berbuat benar dengan menjauhi tempat acara senda gurau dan kemungkaran tersebut. Kami berdoa kepada Allah agar kami...

Kirim Pertanyaan