Letter Of Credit Yang Berlaku Di Bank

1 menit baca
Letter Of Credit Yang Berlaku Di Bank
Letter Of Credit Yang Berlaku Di Bank

Pertanyaan

Saya meminta Anda yang mulia memberikan fatwa tentang hukum Letter of Credit (L/C) yang berlaku di bank. Letter of Credit (L/C) ini merupakan kontrak antara Bank Saudi dan pedagang Saudi (importir). Bank Saudi akan menyampaikan kepada bank asing tentang keinginan dan kepastian pedagang Saudi untuk membeli barang dari pedagang asing (eksportir).

Bank Saudi bertindak sebagai penjamin pedagang Saudi dengan membayar pesanan sebesar 25%, 50%, atau 100% dari nilai L/C, dan bank akan mengenakan biaya 0,25% hingga 1% dari nilai L/C, di samping biaya lain seperti korespondensi, kemudian pelunasan dari pihak pedagang Saudi dilakukan pada waktu yang telah disepakati di mana pihak bank sama sekali tidak mengambil bunga.

Jika pun pihak pedagang Saudi terlambat melunasi, Bank Saudi tetap harus membayar kewajiban yang menjadi tanggungan pihak pedagang Saudi tersebut (kepada pedagang asing), karena perlu diketahui bahwa L/C dengan syarat-syaratnya menjamin hak-hak kedua belah pihak (seperti batas waktu penyerahan, pemeriksaan spesifikasi barang dll).

Sebagian perusahaan asing (eksportir) mengharuskan membuka L/C untuk dan atas namanya atau transfer semua biaya. Pada poin ini, hak-hak pedagang Saudi (importir) tidak terlindungi jika langsung mentransfer semua biaya atau sebagiannya kepada eksportir.

Pertanyaan: Bolehkah saya membuka L/C dengan ketentuan menyelesaikan pembayaran pada waktu yang ditentukan tanpa terkena bunga sama sekali? Berilah saya fatwa, semoga Allah membalas Anda dengan sebaik-baiknya.

Jawaban

Letter of Credit (L/C) pada dasarnya adalah jaminan (dhaman). Hukum asal akad jaminan itu boleh selama tidak berkaitan dengan hal-hal yang dilarang syarak. Namun realita L/C biasanya tidak lepas dari pelanggaran syariat seperti praktik riba, pengambilan komisi atas jaminan tersebut, atau mengandung praktik akad batil seperti asuransi, penjual menjual barang yang tidak dimilikinya, dan lain sebagainya. Karena itu tidak boleh bertransaksi menggunakan L/C kecuali jika benar-benar tidak ada hal-hal yang melanggar syariat Islam yang suci.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 21566

Lainnya

  • Perempuan ini dapat didatangkan bersama salah satu mahramnya, yaitu ayahnya, saudaranya atau mahramnya yang lain. Jika tidak mungkin maka...
  • Komite Dewan Ulama Senior telah mengkaji masalah ini dan telah menerbitkan ketetapannya sebagai berikut: 1. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa...
  • Tidak boleh bagi seorang Muslim yang ihram untuk umrah atau haji atau keduanya sekaligus melakukan hal yang dapat merusak...
  • Khamar (minuman keras/arak) adalah haram, berdasarkan firman Allah, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنْصَابُ وَالأَزْلامُ رِجْسٌ مِنْ...
  • Menurut ulama ada dua pendapat, dan menurut pendapat yang paling kuat tidak wajib, karena tidak ada riwayat tentang hal...
  • Politik Islam adalah suatu kebijakan yang berlandaskan pada al-Quran dan as-Sunnah, yang ditetapkan oleh seorang pemimpin secara adil, sehingga...

Kirim Pertanyaan