Apakah Dianjurkan Berpuasa Dan Bersedekah Pada Hari Ketika Seseorang Ingin Shalat Jenazah

1 menit baca
Apakah Dianjurkan Berpuasa Dan Bersedekah Pada Hari Ketika Seseorang Ingin Shalat Jenazah
Apakah Dianjurkan Berpuasa Dan Bersedekah Pada Hari Ketika Seseorang Ingin Shalat Jenazah

Pertanyaan

Pengurus masjid di lingkungan tempat tinggal saya di sini di Inggris mengumumkan bahwa akan ada shalat jenazah besok pada siang hari, dan ia menganjurkan orang-orang, yakni:

Jamaah shalat yang berada pada waktu itu agar datang dan melakukan shalat jenazah. Hal itu tidak ada masalah hingga sekarang. Kemudian salah seorang jamaah berdiri dan berbicara di depan jamaah, dia mengingatkan mereka akan kejadian yang terjadi pada Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam dan para sahabatnya pada suatu hari.

Yaitu, pada suatu hari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabatnya saat mereka duduk bersama beliau, “Siapakah di antara kalian yang berpuasa hari ini?” Abu Bakar radhiyallahu `anhu berkata, “Saya, ya Rasulullah”.

Kemudian Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabat, “Siapakah di antara kalian yang bersedekah pada hari ini?”. Abu Bakar radhiyallahu `anhu menyahut, “Saya, ya Rasulullah”.

Kemudian Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabatnya, “Siapakah di antara kalian yang mengiringi jenazah pada hari ini?”. Abu Bakar radhiyallahu `anhu menyahut, “Saya, ya Rasulullah”.

Lalu Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada orang yang terkumpul pada dirinya tiga hal ini kecuali diwajibkan untuknya surga”. Atau sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam.

Ucapan ini masih ucapan orang yang berdiri berbicara dan berkomentar setelah pengumuman imam masjid tentang adanya pelaksanaan shalat jenazah besok hari.

Lelaki itu berkata, “Berdasarkan hadits ini, saya mengajak Anda sekalian, yakni jamaah shalat agar datang besok untuk melaksanakan shalat jenazah, dan berpuasa besok, serta bersedekah besok, karena seperti yang telah kalian dengar (saat ia berbicara tentang hal itu kepada jamaah) bahwa tidak terkumpul ketiga sifat tersebut dalam diri seseorang kecuali diwajibkan untuknya surga, sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits”.

Jadi saya dan para jamaah memahami bahwa sebaiknya atau setidaknya disarankan bagi mereka yang ingin menghadiri shalat-shalat jenazah agar berpuasa pada hari itu, dan bersedekah pada hari itu. Dan hal itu untuk mendapatkan pahala yang besar yaitu surga, insya Allah, sebagaimana tercantum dalam hadits.

Dan pertanyaannya: Apakah perbuatan lelaki yang mengomentari ini setelah pengumuman imam, dan himbauan serta ajakannya kepada para jamaah agar berpuasa dan bersedekah pada hari dilakukannya shalat jenazah, apakah perbuatannya ini sesuai dengan as-Sunnah?

Dan apakah mencari dengan bersungguh-sungguh untuk berpuasa dan bersedekah pada hari dilaksanakannya shalat jenazah termasuk dan sesuai dengan As-Sunnah? Berilah kami penjelasan, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

Jawaban

Agama tidak mengingkari perbuatan mengumpulkan antara dua macam kebaikan atau lebih, seperti puasa dan sedekah tetapi tidaklah dianjurkan bagi yang ingin menghadiri shalat jenazah dan menyelenggarakannya agar berpuasa dan bersedekah.

Alasannya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan hal tersebut, dan karena Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu tidaklah dia berpuasa dan bersedekah karena dia hendak menyelenggarakan jenazah.

Hanya saja penyelenggaraan jenazah bertepatan waktunya pada saat dia sedang berpuasa dan bersedekah pada hari yang sama. Apa yang dikatakan oleh penceramah itu tidaklah benar dan Anda harus mengingatkannya tentang masalah itu.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 21343

Lainnya

Kirim Pertanyaan