Pernikahan Badal (Pertukaran)

1 menit baca
Pernikahan Badal (Pertukaran)
Pernikahan Badal (Pertukaran)

Pertanyaan

Apa hukum pernikahan badal (pertukaran) yaitu: Dua pihak sepakat untuk menikahkan diri mereka dengan yang lain dan saling memberikan mahar kepada istrinya masing-masing?

Jawaban

Jika seseorang menikahkan orang yang berada di bawah perwaliannya dengan orang lain dengan syarat orang tersebut juga menikahkannya dengan orang yang berada di bawah perwaliannya maka ini adalah nikah syighar yang dilarang oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebagian orang menyebut nikah ini dengan istilah nikah badal (pertukaran) dan pernikah ini rusak. Sama saja disebutkan maharnya atau tidak, adanya kerelaan atau tidak.

Adapun jika seseorang melamar perempuan yang berada di bawah perwalian orang lain dan orang lain tersebut juga meminang perempuan yang berada di bawah perwaliannya tanpa persyaratan dan pernikahan terlaksana dengan kerelaan kedua perempuan serta terpenuhinya persyaratan nikah, maka tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini. Dan ini tidak termasuk nikah syighar.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 2158

Lainnya

  • Hukum nikah Anda tetap sah dan was-was yang Anda jelaskan di atas tidak berpengaruh terhadap status hukum pernikahan Anda....
  • Istri tidak boleh melakukan hal itu, kecuali dengan izin yang jelas atau menurut tradisi, seperti bahwa hal itu sudah...
  • Zaid adalah putra Haritsah bin Syurahil al-Kalbi, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau kemudian memerdekakannya dan menjadikannya sebagai...
  • Jika pernikahan pertama terlaksana tanpa ada kesepakatan ketika pernikahan pertama dengan menjadikan pernikahan pertama dengan gadis kedua sebagai imbalan...
  • Seorang muslim merdeka boleh menikahi budak perempuan muslimah jika dia tidak mampu memberi mahar kepada perempuan merdeka atau tidak...
  • Pendapat yang benar adalah dalam pernikahan kesepadanan yang diakui adalah kufu’ dalam agama, bukan nasab, berdasarkan sifat umum Firman...

Kirim Pertanyaan