Membeli Barang kepada Orang Kafir Padahal Ada Pedagang Muslim

1 menit baca
Membeli Barang kepada Orang Kafir Padahal Ada Pedagang Muslim
Membeli Barang kepada Orang Kafir Padahal Ada Pedagang Muslim

Pertanyaan

Apa hukum kaum Muslimin yang tidak melakukan tolong-menolong di antara mereka dengan tidak membeli dari kaum Muslimin yang lain, namun justru lebih suka membeli dari toko-toko orang kafir? Apakah perbuatan ini halal, ataukah haram?

Jawaban

Secara hukum asal, seorang muslim boleh membeli keperluannya yang dihalalkan oleh Allah, baik dari orang muslim atau kafir. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sendiri pernah membeli dari orang Yahudi.

Jika berpindahnya seseorang dari bertransaksi dengan pedagang muslim bukan karena kecurangan, ketinggian harga, dan kualitas buruk barang pedagang muslim, tetapi karena kecintaan dan kesukaannya untuk membeli dari orang kafir, serta lebih mengutamakannya daripada saudara sesama muslim tanpa alasan, maka perbuatan ini adalah haram.

Sebab, ini menunjukkan sikap loyalitas, kerelaan, dan kecintaan kepada mereka. Selain itu, tindakan tersebut dapat mengakibatkan penurunan keuntungan dari para pedagang muslim dan tidak lakunya barang mereka jika perbuatan ini dijadikan sebagai kebiasaan.

Namun, jika terdapat alasan-alasan untuk berpindah seperti yang telah disebutkan, maka hendaknya dia menasihati saudaranya sesama muslim tersebut untuk meninggalkan perbuatan atau aib yang membuatnya memilih pindah langganan.

Jika saudaranya itu menjadi sadar, berarti Alhamdulillah. Namun jika tidak sadar juga, maka dia boleh berpindah kepada yang lain meskipun kepada orang kafir yang bersikap baik dalam bertransaksi barang-barang bermanfaat dan jujur dalam tindakannya.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 3323

Lainnya

  • Asuransi komersial hukumnya haram, baik itu asuransi jiwa, barang niaga, kendaraan, atau bangunan, sekalipun untuk masjid atau harta wakaf...
  • Tidak haram bagi Anda untuk menjual dan menggunakan hasil keuntungannya. Akan tetapi, haram bagi pemiliknya untuk menggunakan barang-barang tersebut...
  • Mendatangkan orang-orang kafir ke jazirah Arab dan wanita-wanita tanpa mahram, baik muslimah maupun non-muslimah, adalah hal yang diharamkan. Sebab,...
  • Sebaiknya dana disimpan pada pihak-pihak yang diyakini tidak akan menggunakan uang tersebut untuk tindakan bisnis yang diharamkan. Harus dipastikan...
  • Tidak boleh menyimpan uang di bank konvensional. Adapun mentransfer uang melalui bank jika telah ada permintaan dari perusahaan dan...
  • Dibolehkan menyewa lahan pertanian dengan beberapa dirham dalam waktu yang diketahui dan dengan upah yang diketahui. Dari Ibnu Umar,...

Kirim Pertanyaan