Jawaban Ulama:
Jika Anda telah menyempurnakan tawaf dalam kondisi tidak keluar darah, maka tawaf dan sa`i Anda sah. Adapun jika keluar darah pada saat tawaf, maka wajib mengulangi tawaf dengan kembali ke Mekah lalu tawaf dengan niat tawaf ifadah dan sa’i sesudahnya.
Apabila Anda telah melakukan jimak pada masa tersebut, maka Anda bersama perbuatan yang telah kami sebutkan, menyembelih kambing di Mekah yang memenuhi kriteria kambing kurban dan membagikan dagingnya kepada para fakir yang berada di kawasan Tanah Suci, namun jika Anda tidak mampu, maka Anda berpuasa selama sepuluh hari.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.