Jihad Bagi Wanita

8 Juni 2022 2 Min Baca

Pertanyaan:

Apakah wanita tidak wajib berjihad? Manakah jihad yang wajib bagi wanita, dakwah atau memerangi kaum kafir?

Jawaban Ulama:

Berjihad memerangi kaum kafir tidak wajib atas wanita. Akan tetapi dia wajib berjihad dakwah menyebarkan kebenaran dan menjelaskan syariat, dalam batas-batas tertentu yang tidak sampai merendahkan kehormatannya.

Jihad dakwah tersebut harus dia lakukan dengan berpakaian menutup aurat, tidak bercampur dengan para lelaki yang bukan mahram, serta tidak berbicara dan berduaan lawan jenis non-mahram. Allah Ta’ala berfirman mengenai istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ

“Dan ingatlah ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu) yang dibacakan di rumahmu.” (QS. Al-Ahzab : 34)

Ada riwayat

عن عائشة رضي الله عنها قالت: قلت يا رسول الله هل على النساء من جهاد؟ قال: نعم، عليهن جهاد لا قتال فيه: الحج والعمرة

“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha yang berkata, “Wahai Rasulullah, apakah wanita wajib berjihad?” Nabi menjawab, “Iya. Mereka wajib berjihad tanpa peperangan, yaitu haji dan umrah.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Demikian juga keterangan dari

قالت: يا رسول الله نرى الجهاد أفضل العمل، أفلا نجاهد؟ قال: لكن أفضل الجهاد حج مبرور

“Aisyah radhiyallahu `anha berkata, “Wahai Rasulullah, kami (para wanita) melihat bahwa jihad adalah amal yang paling utama. Apakah kami boleh ikut berjihad?” Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam menjawab, “Tidak. Jihad yang paling utama bagi kalian adalah haji mabrur.” (HR. Ahmad dan Bukhari)

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Sumber & Rujukan

Kitab Rujukan / Sumber Asli
Fatwa Nomor 9533