Pendapat Yang Menyatakan Bahwa al-Quran Adalah Makhluk

1 menit baca
Pendapat Yang Menyatakan Bahwa al-Quran Adalah Makhluk
Pendapat Yang Menyatakan Bahwa al-Quran Adalah Makhluk

Pertanyaan

Sebagian orang berpendapat bahwa al-Quran itu makhluk, dan sebagian lagi berpendapat, (al-Quran itu) kalam (firman) Allah. Hal ini merupakan polemik yang terjadi antara dua kubu Islam.

Sebagian mengatakan makhluk, dan sebagian lagi mengatakan kalam (firman) dari sisi Allah. Saya belum puas dengan keterangan yang terdapat dalam kitab Tauhid. Oleh karena itu saya mohon penjelasan.

Jawaban

Al-Quran merupakan kalam (firman) Allah, bukan makhluk, baik huruf maupun maknanya. Ia dimulai dari Allah, dan kembali kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ (77) فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ (78) لاَ يَمَسُّهُ إِلا الْمُطَهَّرُونَ (79) تَنْـزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,(77) Pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh)(78) Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.(79) Diturunkan dari Tuhan semesta alam.” (QS. Al-Waqi’ah: 77-80)

Allah berfirman,

الم (1) تَنْـزِيلُ الْكِتَابِ لاَ رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Alif Laam Miim(1) Turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.” (QS. As-Sajdah: 1-2)

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنَّهُ لَتَنْـزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَـزَلَ بِهِ الرُّوحُ الأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ

“Dan sesungguhnya Al-Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam.(192) Ia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril).(193) Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan(194) Dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syura: 192-195)

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلامَ اللَّهِ

“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah.” (QS. At-Taubah: 6)

Melalui perantaraan Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam itulah Al-Quran diperdengarkan kepada mereka.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 11864

Lainnya

  • Seorang wanita dibolehkan bekerja di bidang kedokteran untuk penyakit wanita secara umum, baik kebidanan ataupun yang lainnya. Dokter wanita...
  • Ayat-ayat tentang hukuman rajam itu termasuk dalil yang teksnya dihapus, tetapi isinya tetap diberlakukan. Demikianlah penjelasan dalam ilmu Ushul...
  • Akikah adalah penyembelihan ternak atas kelahiran anak di hari ketujuh kelahirannya. Walimah adalah makanan yang dihidangkan saat pernikahan, baik...
  • Memakai pakaian bagus bagi seorang laki-laki ketika menyalatkan jenazah hukumnya boleh asalkan dia tidak menyakini bahwa hal itu termasuk...
  • Tidak diragukan lagi bahwa nazar dalam ketaatan termasuk salah satu ibadah dan Allah Ta’ala memuji orang yang menunaikannya. Allah...
  • Jika anggur tersebut telah mencapai nisab, yaitu sebanyak lima wasak, maka wajib dizakati, dengan mengeluarkan 5% dari anggur itu....

Kirim Pertanyaan