Cara Shalat Idul Fitri Dan Idul Adha Yang Dilakukan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

1 menit baca
Cara Shalat Idul Fitri Dan Idul Adha Yang Dilakukan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
Cara Shalat Idul Fitri Dan Idul Adha Yang Dilakukan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Pertanyaan

Bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha?

Jawaban

Shalat Idul Fitri dan Idul Adha itu berjumlah dua rakaat yang dilakukan sebelum penyampaian khutbah. Rakaat pertama dimulai dengan mengucapkan takbir, lalu setelah itu mengucapkan takbir sebanyak enam kali selain dari takbiratul ihram.

Kemudian membaca surat al-Fatihah dan surat Al-Quran dengan suara nyaring, lalu membaca takbir sambil melakukan rukuk. Setelah bangkit dari sujud yang kedua, kembali mengucapkan takbir sambil kembali berdiri tegak dan setelah itu mengucapkan takbir sebanyak lima kali. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Quran dengan suara nyaring.

Seusai mengucapkan salam, khatib menyampaikan khutbah sebanyak dua kali untuk mengingatkan, memberikan pelajaran kepada para hadirin. Dalam khutbah Idul Fitri, khatib mendorong para hadirin untuk bersedekah dan menjelaskan hukum-hukumnya, sementara dalam khutbah Idul Adha khatib menjelaskan hukum berkurban dan keutamaannya.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 14089

Lainnya

  • Imam Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, dari Rasulullah Shalallahu `Alaihi wa Sallam bahwasanya...
  • Mayoritas ulama berpendapat (dan ini merupakan yang terkuat) bahwa orang yang sedang bepergian dengan niat bermukim di suatu tempat...
  • Hal ini dibolehkan jika diperlukan, karena dalam sakit menjelang wafat, Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam shalat jamaah dengan formasi...
  • Mengerjakan shalat secara tertib (sesuai dengan urutan waktunya) adalah sebuah kewajiban. Oleh karena itu, barangsiapa menunda shalat Magrib hingga...
  • Niat imam untuk berjamaah sudah mewakili laki-laki dan perempuan yang shalat di belakangnya. Tidak ada keharusan mengkhususkan niat berjamaah...
  • Wanita lebih baik mengerjakan shalat di rumahnya. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: وبيوتهن خير لهن...

Kirim Pertanyaan