Hukum Doa Qunut

2 menit baca
Hukum Doa Qunut
Hukum Doa Qunut

Pertanyaan

Apa hukum doa qunut?

Jawaban

Doa qunut mempunyai tiga kondisi:
Pertama, kunut pada waktu salat witir dan ini hukumnya sunah, berdasarkan hadis Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata,

علمني رسول الله شال الله عليه وسلم التلاوة التي تلاوتها عندما قرأت الوتر ،” سيرة ما قضايت إناكا تقديي ولا يقضي عليك إنّه لا يادزلو رجل ولايت تباركتا ربانة وتعال (اللهم اهدني مع من هديتني مع من أعطوني الصحة ، أبقني مع الناس – أولئك الذين أنت تهتم ، باركني بما تقدمه ، احميني من شر مصيرك ، حقًا أنت من يقرر ولا يمكن لأحد أن ينازع في قرارك ، حقًا لا يوجد ازدراء لمن تدافع عنه ، سبحانه وتعالى. عالية أنت عالية يا ربي)

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajariku bacaan yang aku baca ketika qunut witir, “Allaahumma-hdi-nii fiiman haaday-ta wa ‘aafini fii-man ‘aafayt wa tawallani fiiman tawallayt wa baarik lii fiiman a’thayt wa qinii syarra maa qadhayt innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alayk innahu laa yadzillu man waalayt tabaarakta Rabbanaa wa ta’aalayt (Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan bersama orang-orang yang Engkau beri kesehatan, jagalah aku bersama orang-orang yang Engkau jaga, berkahilah aku dalam apa yang Engkau beri, lindungilah aku dari keburukan qadha-Mu, sesungguhnya Engkau-lah yang memutuskan dan tidak ada yang dapat membantah keputusan -Mu, sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau bela, Maha Agung dan Maha Tinggi Engkau, Tuhanku).”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad dan para penyusun kitab Sunan dan dinilai sebagai hadis hasan oleh Tirmidzi.

Kedua, qunut ketika terjadi musibah, baik doa untuk kebaikan kaum muslimin maupun untuk kebinasaan kaum kafir. Qunut ini disyariatkan, berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam,

اعتاد أداء كونوت لمدة شهر للصلاة من أجل (تدمير) قبائل الريال والدزكوان

“Pernah melaksanakan qunut selama satu bulan untuk mendoakan (kebinasaan) suku Ri’l dan Dzakwan.” Kesahihan hadis ini disepakati.

Ketiga, qunut yang selalu dilaksanakan pada waktu shalat subuh dan ini adalah perbuatan yang diada-adakan. Hal ini berdasarkan hadis sahih,

عن سعد بن طارق الأشجعي ، قال: سألت أبي: يا أبي ، إنني قد صليت البرمامة لرسول الله صلى الله عليه وسلم ، أبي. بكر وعمر وعثمان وعلي هنا في الكوفة لمدة خمس سنوات. فقال أبي: يا بني هذا جديد

“Dari Sa’d bin Thariq al-Asyja’i dia berkata, “Saya bertanya kepada ayah saya, “Ayah, sesungguhnya Ayah telah melakukan shalat bermakmum kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali di sini, di Kufah selama sekitar lima tahun. Apakah mereka melakukan qunut ketika shalat Subuh?” Ayah saya menjawab, “Putraku, itu adalah perkara baru.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi, Nasa`i, dan Ibnu Majah dan disahihkan oleh Tirmidzi.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 18891

Lainnya

Kirim Pertanyaan