Jawaban Ulama:
Jika hutang tersebut terkait muamalah mubah yang terlepas dari hal-hal yang dilarang syariat, maka tidak apa-apa terlibat dalam penagihannya dan kerja sama dengan pemiliknya. Namun jika terkait muamalah yang mengandung unsur yang diharamkan syariat, seperti pinjaman berbunga (riba), maka tidak boleh ikut serta dalam penagihan hutang ini sesuai keumuman firman Allah Ta`ala,
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maaidah: 2)
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.