Sabar Terhadap Bala’ (Ujian), Termasuk Penyakit

2 menit baca
Sabar Terhadap Bala’ (Ujian), Termasuk Penyakit
Sabar Terhadap Bala’ (Ujian), Termasuk Penyakit

Pertanyaan

Saya memiliki cacat yang tidak membuatku sulit bergerak, tetapi tubuhku bagus dan sempurna dan hanya berdiri saya tidak alami dan tidak sanggup memikul sesuatu yang berat saja, Alhamdulillah. Telinga saya pekak total. Kesabaran saya terhadap Qadar Allah Ta’ala sangat kurang. Oleh karena itu, saya ingin tahu ayat-ayat Allah dan hadis-hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang memberi kabar gembira kepada orang-orang yang sabar terhadap bencana sehingga menambah harapan saya kepada Allah ‘Azza Wa Jalla?

Jawaban

Kewajiban kaum Muslimah (Wanita muslim) ketika ditimpa musibah yang menyakitkan hati adalah bersabar, mengharap pahala dari Allah Ta’ala, dan mengucapkan (Inna Lillahi Wainna Ilahi Raji’un) serta menghindari kegelisahan (putus-asa) dan perkataan yang mungkar (yang bertentangan dengan akidah), berdasarkan firman Allah Ta’ala,

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar (155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kami hanya kepada-Nyalah akan kembali). (156) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)

Dan telah disebutkan dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa sallam bahwasanya ia bersabda,

ما من عبد تصيبه مصيبة فيقول: إنا لله وإنا إليه راجعون، اللهم أجرني في مصيبتي واخلف لي خيرًا منها؟ إلا آجره الله في مصيبته، وأخلف له خيرًا منها

“Tidaklah seorang hamba tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uun. Allaahumma ajirnii fii mushiibatii wa akhluf lii khayran minhaa (Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik,” kecuali Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Ada juga hadis Nabi Shallallahu `Alaihi Wasallam bahwasanya ia bersabda,

عجبًا لأمر المؤمن، إن أمره كله خيـر، وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن، إن أصابته سراء شكر فكان خيرًا له، وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرًا له

“Sungguh menakjubkan keadaan orang yang beriman. Semua keadaannya baik baginya. Sikap ini hanya dimiliki oleh orang yang beriman. Apabila mendapatkan kelapangan hidup, dia bersyukur sehingga hal itu baik baginya. Apabila tertimpa kesempitan hidup, dia bersabar sehingga hal itu juga baik baginya.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Dan dari Abu Hurairah Radhiyallahu `Anhu, ia berkata Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda,

عجبًا لأمر المؤمن، إن أمره كله خيـر، وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن، إن أصابته سراء شكر فكان خيرًا له، وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرًا له

“Musibah demi musibah masih tetap menimpa orang Mukmin lelaki dan orang Mukmin wanita sampai ketika ia menjumpai Allah dalam keadaan bersih dari dosa.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan ia berkata bahwa hadits tersebut adalah hasan sahih.

Kami juga mewasiatkanmu wahai saudariku agar selalu berdoa kepada Allah Subhanah dan jujur dalam berharap kepada-Nya supaya Dia melapangkan kesulitan dari dirimu, dengan tetap selalu berusaha (seperti berobat) dengan sesuatu yang dibolehkan. Tidaklah Allah Ta’ala menurunkan penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obat.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 18568

Lainnya

Kirim Pertanyaan