Pintu Taubat Terbuka

2 menit baca
Pintu Taubat Terbuka
Pintu Taubat Terbuka

Pertanyaan

Apakah pintu taubat terbuka kepada siapa saja dan kapan saja walau apa pun yang dilakukannya, di mana mungkin saja dengan dosa yang dilakukannya itu akan datang suatu saat dirinya akan dipermalukan? Apakah orang tersebut apabila bertaubat dari dosanya, lalu dia menunaikan salat, zakat, dan puasa, dan benar-benar menyesali perbuatan dosanya, kemudian dia menghabiskan malamnya dengan menangis dan meratapi batinnya serta menghabiskan harinya dengan beramal saleh dalam rangka ingin melupakan problem yang menyiksa dirinya.

Bersamaan dengan itu, sedikit pun dia tidak punya pikiran untuk bunuh diri dalam rangka membebaskan dirinya dari perbuatan dosa yang pernah dilakukannya. Dia sangat yakin dengan Allah, dan dia berangan agar dirinya tidak dipermalukan oleh Allah. Apakah untuk orang seperti ini diterima taubatnya? Apakah Allah akan menutupi aibnya dan tidak mempermalukannya, padahal tidak satu orang pun yang tahu dengan dosa yang dilakukannya? Dan apakah orang tersebut harus meyakini hal ini?

Jawaban

Apabila seorang manusia ingin bertaubat secara tulus dari dosa yang dilakukannya, walaupun dosa menyekutukan Allah, berzina, membunuh, atau memakan harta secara batil, lalu dia menyesal atas dosa yang dilakukannya, kemudian dia mengembalikan harta milik orang lain kepada pemiliknya atau mereka memaafkannya, dan setelah itu dia berbuat amal saleh, maka Allah akan menerima tobatnya dan mengampuni dosanya, bahkan Dia menggantikan keburukan-keburukannya dengan kebaikan. Allah Ta’ala berfirman mengenai hamba-hamba-Nya yang beramal shaleh,

وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلاَ يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70) وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا

” Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barangsiapa melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya).(68) (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,(69) kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(70) Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. Al-Furqaan: 68-71)

Allah juga berfirman,

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu.” (QS. Al-Anfaal: 38)

Allah juga berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Allah menetapkan perkataan Ya’kub kepada anak-anaknya,

وَلاَ تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS. Yusuf: 87)

Serta ayat-ayat dan hadits-hadits lainnya yang menganjurkan bertobat dan berharap mendapatkan rahmat dan ampunan Allah. Pintu tobat terbuka hingga matahari terbit dari barat atau menjelang kematian dan menghadapi sakaratulmaut.

Oleh karena itu, barang siapa yang melakukan perbuatan dosa hendaklah dia bertobat kepada Allah, dan menyesali atas dosa yang dilakukannya itu, serta mengembalikan harta milik orang lain kepada pemiliknya atau dia meminta kerelaan kepada mereka. Di samping itu, dia harus berbaik sangka kepada Allah dan mengharapkan rahmat-Nya.

Walaupun dosa yang dilakukan oleh seorang hamba adalah dosa paling besar, namun sesungguhnya rahmat Allah Subhanahu amat luas dan ampunan-Nya amat meliputi. Dia hendaklah menutup dosa yang pernah dilakukannya setelah Allah menutup aib dosanya, dengan harapan semoga Allah tetap menutup aib dirinya dan tidak mempermalukannya. Hanya kepada Allahlah kita meminta pertolongan.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 4321

Lainnya

Kirim Pertanyaan