Menekan Dan Bersikap Keras Kepada Adik Untuk Mengulang Pelajaran

1 menit baca
Menekan Dan Bersikap Keras Kepada Adik Untuk Mengulang Pelajaran
Menekan Dan Bersikap Keras Kepada Adik Untuk Mengulang Pelajaran

Pertanyaan

Saya seorang gadis berusia 20 tahun. Saya memiliki seorang adik perempuan dan dua orang adik laki-laki. Kami tinggal bersama ibu sedangkan ayah kami meninggal dunia dua setengah tahun yang lalu. Kami tinggal di sebuah rumah dengan kehidupan yang pada dasarnya bahagia dan kondisi finansial yang memadai, alhamdulillah. Hubungan kami juga baik.

Namun, satu yang membuat masalah dalam kehidupan kami adalah adik laki-laki saya paling tua yang berusia 17 tahun dan adik paling kecil yang berusia 13 tahun. Keduanya selalu menyebabkan saya dan ibu saya berselisih dan berdebat. Keduanya tidak mau mengerjakan tugas sekolah jika tidak saya marahi atau pukul.

Yang paling besar sekarang duduk di kelas enam dan yang kecil di kelas lima. Keduanya tertinggal dalam pelajaran karena berkali-kali tidak lulus. Saya memukul mereka jika tidak mau mengerjakan tugas atau tidak menghafal. Namun, ibu saya menjadi marah sambil berdoa untuk saya dan mereka.

Cara yang saya lakukan adalah dengan mengatakan kepada mereka bahwa siapa pun yang selesai mengerjakan tugas sekolah dan menghapal pelajaran boleh keluar untuk bermain sampai jam 9 malam, tetapi mereka jarang bisa melakukannya. Ketika saya mencoba mengetes mereka pada waktu Magrib atau Isya, ternyata mereka belum hafal. Akhirnya saya terpaksa memukul tangan mereka dengan papan kayu.

Ini membuat ibu saya marah sehingga melontarkan doa buruk bagi saya dan kedua adik saya, Ia berkata, “Allah tidak akan memberikan taufik kepadamu dan mereka.” Kedua adik saya bahkan sering tidak langsung pulang ke rumah setelah sekolah dan bermain di jalan. Mereka baru sampai ke rumah pukul 11 malam atau lebih. Ibu saya berkata, “Kamu akan melihat balasannya dalam hidupmu.”

Saya hanya bisa duduk menangis dan takut kepada Allah. Namun, ketika saya ingat niat tulus hanya untuk Allah dan demi memperbaiki mereka, saya pun lebih tenang. Hanya saja, kemarahan ibu saya dan ketidakmampuan saya untuk mengubah mereka benar-benar membuat saya kesal dan sedih. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Mohon bantu saya dalam hal ini.

Semoga Allah memberikan pertolongan kepada Anda. Apakah saya harus membiarkan mereka dan tidak ikut campur dalam apa pun yang dapat membuat mereka kesal? Ibu saya meminta saya untuk memperlakukan mereka dengan moderat sementara saya tidak mampu melakukannya. Nasihat tidak mempan bagi mereka.

Yang mereka anggap penting hanya keluar rumah dan bermain dengan teman-teman mereka. Apa yang harus saya lakukan? Saya akan melakukan apa yang baik menurut Anda, insya Allah, kecuali harus moderat antara lunak dan keras karena saya tidak sanggup melakukannya.

Sekarang saya berpikir bahwa mungkin lebih baik saya tidak peduli sama sekali dan membiarkan kedua adik saya diurus oleh ibu saya meskipun saya tidak tahu cara apa yang akan digunakannya sedangkan saat ini usianya sudah 55 tahun.

Yang terpenting, apa yang harus saya lakukan? Setelah surat pertama yang saya kirimkan kepada Anda tidak mendapat balasan, saya melanjutkan cara yang selama ini saya pakai untuk menangani mereka. Ibu saya pun masih tetap memarahi saya dan menyuruh saya untuk membiarkan mereka karena hidayah adalah urusan Allah.

Saya mengkhawatirkan kondisi mereka dan merasa terluka atas kemarahan ibu saya. Saya telah berpikir masak-masak untuk meninggalkan mereka. Apa yang harus saya lakukan? Mohon bimbing saya.

Jawaban

Taatilah dan bersikap baiklah kepada ibu Anda. Berilah nasihat adik-adik Anda dengan baik. Jika akhirnya mereka mendapat hidayah dan mau menerima nasihat, maka alhamdulillah.

Namun, jika mereka menolak dan tetap bersikap buruk, maka keputusannya terserah Allah karena hati manusia itu berada dalam genggaman Allah yang berhak untuk membolak-balik sekehendak-Nya. Anda tidak memiliki kekuatan untuk mengubah hati dari jalurnya.

Kepada Allahlah kita memohon pertolongan. Segala yang telah Anda lakukan telah membebaskan kewajiban Anda dan Anda tidak akan terkena dampak buruk dari doa ibu Anda, insya Allah.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 7513

Lainnya

Kirim Pertanyaan