Memelihara Hubungan Silaturahmi Bukan Dalam Kemaksiatan

2 menit baca
Memelihara Hubungan Silaturahmi Bukan Dalam Kemaksiatan
Memelihara Hubungan Silaturahmi Bukan Dalam Kemaksiatan

Pertanyaan

Keluarga suami saya berkunjung ke Saudi dan tinggal di sini (Saudi) selama tiga bulan. Suami saya membiayai mereka selama mereka di sini. Namun, keluarganya memintanya permintaan-permintaan yang aneh untuk saudara-saudara perempuan suami saya meskipun seluruh saudara perempuannya telah memiliki suami. Seluruh saudara perempuan suami saya itu mutabarrijat (tidak menutup aurat).

Bahkan shalat pun tidak mereka laksanakan. Jika suami saya tidak memenuhi permintaan keluarganya itu, maka mereka akan marah kepada suami saya. Suami saya tidak ingin tidak memenuhi permintaan mereka agar mereka tidak marah kepadanya, tetapi dalam waktu yang sama suami saya tidak mau membelanjakan hartanya kecuali untuk saudara-saudara muslim yang taat kepada Tuhan mereka. Mohon berikan fatwa kepada kami tentang perbuatan ini.

Jawaban

Allah Subhanahu di dalam Al-Qur’an memerintahkan kepada para hamba-Nya untuk memelihara hubungan silaturahmi. Allah berfirman,

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ

” Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim.” (QS. An-Nisaa’: 11)

Dan melarang untuk memutuskan silaturahmi seraya berfirman,

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” (QS. Muhammad: 22) dan seterusnya.

Ada sebuah hadits bahwasanya Nabi Shallallahu `Alaihi wa sallam bersabda,

من أحب أن يوسع له في رزقه، وأن ينسأ له في أجله فليصل رحمه

“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menyambung tali silaturahmi.” Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Nasai.

Dalam hadits lain disebutkan,

قال الله تعالى: أنا الرحمن، خلقت الرحم وشققت لها اسمًا من اسمي، فمن وصلها وصلته، ومن قطعها قطعته، ومن بتها بتته

“Allah Ta’ala berfirman, “Aku adalah Ar-Rahman. Aku ciptakan rahim dan Aku memberinya sebuah nama dari nama-Ku. Barangsiapa menyambungnya, maka Aku akan menyambungnya. Barangsiapa memotongngya, maka Aku memotongnya. Barangsiapa memutusnya, maka Aku memutusnya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim. Dalil-dalil lain sejenis yang berisi anjuran untuk memelihara hubungan silaturahmi banyak sekali. Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh suami Anda merupakan akhlak mulia yang terpuji, yang diharapkan mendapatkan pahala dan balasan dari Allah.

Namun, di samping memelihara silaturahmi kepada mereka, hendaklah suami Anda memberi nasihat kepada mereka dengan mengajak atau memerintahkan untuk melaksanakan kebaikan yang telah mereka lalaikan dan mencegah/melarang mereka dari terjerumus dalam kemungkaran, seperti tidak menutup aurat agar mereka mendapatkan manfaat material (duniawi) dan spiritual (ukhrawi). Semoga Allah memberi taufiq dan hidayah kepada mereka menuju jalan yang lurus.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Salah satu lajnah ilmiah terkemuka di era sekarang ini, terdiri dari elit ulama senior di Arab Saudi, memiliki kredibilitas tinggi di bidang ilmiah dan keislaman.

Rujukan : Fatwa Nomor 12591

Lainnya

Kirim Pertanyaan