Apa Kedudukan Ka’bah ? Untuk Apa Ka’bah Dibangun? Siapa Yang Membangunnya?

29 Oktober 2021 2 Min Baca

Pertanyaan:

Apakah kedudukan dan urgensi Ka'bah di mata umat Islam? Untuk apa Ka'bah dibangun? Siapa yang membangunnya? Apakah bentuk Ka'bah sekarang sama dengan bentuk aslinya?

Jawaban Ulama:

Bangunan Ka’bah merupakan kiblat umat Islam ketika melaksanakan shalat dengan cara menghadap ke arahnya pada waktu shalat. Hal itu merupakan pelaksanaan dari perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu :

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang engkau sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjid al-Haram. Dan di mana saja engkau berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” (QS. Al-Baqarah : 144)

Kakbah juga sebagai tempat umat Islam melaksanakan manasik haji dan umrah dengan berthawaf di sektitarnya, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS. Al-Hajj : 29)

Serta mengikuti syari’at Allah yang disampaikan oleh Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Kakbah dibangun oleh Nabi Ibrahim, bersama anaknya, Ismail ‘Alaihimas Salam. Hal ini sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala jelaskan dalam firman-Nya,

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membangun) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 127)

Setelah itu, bangunan Kakbah direnovasi beberapa kali.

Wabillahittaufiq wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin wa Alihi wa Shahbihi wa Sallim.

Sumber & Rujukan

Kitab Rujukan / Sumber Asli
Fatwa Nomor (3056)