Jawaban Ulama:
Pertama, seorang perempuan wajib memakai gamis panjang yang menutupi kedua kakinya. Hal ini berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi dan an-Nasa’i dari Abdullah bin Umar radhiyallahu `anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang menyeret bajunya (di atas tanah) karena kesombongan maka Allah tidak akan melihatnya pada hari Kiamat.” Maka Ummu Salamah berkata, “Kalau begitu, apa yang harus dilakukan oleh kaum perempuan dengan ekor-ekor mereka? .” Beliau menjawab, “Dipanjangkan satu jengkal.” Ummu Salamah berkata, Ummu Salamah “Kalau begitu maka kaki mereka akan terlihat.” Beliau menjawab,”Kalau begitu dipanjangkan satu hasta, tidak boleh lebih.”
Dalam riwayat Abu Dawud Ibnu Umar berkata,
“Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memberi keringanan bagi para Umm al-Mukminin tentang batas ujung pakaian sepanjang satu jengkal, kemudian mereka meminta beliau untuk menambah panjangnya lantas beliau menambahnya sejengkal. Kemudian mereka mengutus kepada kami lantas kami mengukur untuk mereka sepanjang satu hasta.”
Sementara dalam kitab al-Muwaththa’ serta Sunan Abu Dawud dan an-Nasa’i dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata ketika disebutkan tentang kain sarung,
“Kalau perempuan bagaimana, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dipanjangkan satu jengkal.” Ummu Salamah berkata, “Kalau begitu maka terlihat.” Beliau menjawab, “Kalau begitu satu hasta, tidak boleh lebih darinya.”
Kedua: Pendapat yang benar adalah kewajiban menutup wajah dan kedua telapak tangan dari pandangan lelaki yang bukan mahram.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.